Renungan Harian
Kolose Pasal 2 ayat 6 dan 7
Shalom … Bapa mama semua sekali lagi Shalom… Apa kabar semuanya?
Luar biasa sekali, Pujih dan syukur kepada Tuhan Yesus
karna kita semua masih bertemu dalam keadaan sehat semua karna
kebaikan dan kemurahan dari Bapa yang di surga.
Bapa mama yang saya kasihi dalam Kristus Yesus malam ini kita
akan mendengarkan Firman Tuhan dari Kolose Pasal 2 ayat 6 dan 7.
Boleh kita semua membuka alkitab kita dan baca secara
bersama-sama Kolose 2 ayat 6 dan 7.
Baik bapa mama yang saya kasihi dalam Kristus Yesus Dari
firman tersebut Tema yang saya ambil adalah ”Teguh dan Berakar Dalam
Kristus”
Bapa mama yang saya kasihi dalam Kristus Yesus, dari Tema
ini terdapat dua kata yang akan kita bedah yaitu kata teguh dan kata berakar.
Yang pertama yaitu teguh, Teguh artinya sesuatu yang kuat dan kokoh yang tidak
mudah roboh atau rusak sedangkan Berakar diibaratkan akar yang menopang sebuah
pohon agar tetap tumbuh.
Bapa mama yang saya kasihi dalam Kristus Yesus, Bagi
tumbuhan, akar memiliki banyak kegunaan. Selain untuk menyerap air yang penting
adalah untuk menunjang pohon untuk tetap berdiri. Akar yang tertancap ke dalam
tanah berfungsi seperti pondasi bagi tumbuhan tersebut. Akar membuat tumbuhan
dapat berdiri kokoh di atas tanah. Oleh karena itu, tumbuhan dapat bertahan
dari terjangan angin kencang dan hujan deras. Pohon tersebut tidak akan mudah
tumbang atau rubuh oleh karena akarnya menjadi pengikat yang kuat ke tanah.
Perumpamaan serupa untuk menggambarkan pentingnya bagi
kita umat Kristen umat pilihan Tuhan untuk tetap beriman dan berpegang teguh
pada ajaran dari Kristus. Karena
itu, untuk dapat berdiri teguh, maka kita haruslah mengakar pada ajaran Kristus
sebagai sumber "makanan" rohani kita. Ajaran Kristuslah yang akan
memberi pertumbuhan bagi rohani manusia, sehingga dapat bertumbuh dan berbuah
dengan baik. Dan ajaran Kristus juga yang akan memampukan kita tetap berdiri
teguh dalam iman.
Bapa mama yang saya kasihi dalam Kristus Yesus, ada iman
yang teguh, ada iman yang goyah. Seseorang yang beriman teguh, akan tetap
beriman pada Tuhan apapun yang terjadi dalam hidupnya. Kemalangan hidup,
penderitaan, dan dukacita tidak akan menggoyahkan imannya kepada Tuhan layaknya
akar yang terus menopang pohon untuk berdiri. Ia seorang pribadi yang selalu bisa merasa aman di dalam
Tuhan dalam aneka kehidupan yang dialaminya.
Sebaliknya, seseorang yang goyah iman, ia hanya kuat pada
saat hidup berjalan baik-baik saja. Ketika kemalangan, penderitaan, dan
dukacita menimpanya, ia mulai goyah iman. Iman yang terus-menerus goyah bisa
menyebabkan orang itu tidak lagi memercayakan hidup pada Tuhan. Bahkan Ia tidak
segan-segan meninggalkan imannya layaknya sebuah pohon yang berdiri tanpa akar
yang tidak tahan atas angin dan hujan deras.
Bapa mama yang saya kasihi dalam Kristus Yesus, menurut
saya, langkah awal agar iman kita bisa tetap teguh dan bertambah teguh adalah
justru dengan menyadari bahwa kita juga manusia yang rentan terhadap
pengaruh-pengaruh yang membuat kita meninggalkan Kristus. Kesadaran dan
pengakuan semacam ini akan memampukan kita untuk tetap mau memperkuat diri,
dengan beragam “pelindung” dan “tameng” iman. Bertambah teguh itu berbeda
dengan menjadi keras kepala atau fanatik dalam iman. Keteguhan iman itu
tindakan merangkul iman kita dengan erat dan tidak ingin melepaskannya, apapun
kondisi hidup yang kita alami.
Bapa mama yang saya kasihi dalam Tuhan kita Kristus
Yesus, semoga dengan renungan Firman Tuhan malam ini sebagai pengingat buat
kita menjadi pribadi yang kuat menjadi pribadi yang berakar didalam Tuhan. Seberat apapun masalah hidup yang saat ini kita alami
kita harus tetap percaya Tuhan sedang bersama kita. Jangan pernah sesekali kita
berpikir untuk meninggalkan iman yang sudah kita bangun untuk Tuhan. Iman kita
kepada Tuhan layaknya sebuah akar yang kuat menopang pohon dan mampu bertahan
disaat badai menerjang dia tetap berdiri karna akarnya yang kuat. Karna tanpa iman yang kuat kita seperti pohon yang tumbuh
tanpa akar dan tumbang disaat ada badai dan hujan.
Bapa mama yang saya kasihi dalam Tuhan kita Kristus
Yesus, Percayalah Orang yang berakar di dalam kristus akan mampu menghadapi
situasi sulit apa pun.
AMIN
Comments
Post a Comment